Kejutan Ultah Menggairahkan

Diposting pada

Cerita Sex ini Berjudul ” Kejutan Ultah Menggairahkan ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,.Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2017.

Cerita Seks – Hari ini merupakan hari ultah Alex yang keduapuluhlima. Alex berkuliah
di universitas ‘X’ di kota ‘Y’. Pacar Alex namanya Nicky tidak kuliah,
tapi dia kerja di sebuah perusahaan asuransi ternama. Dia tinggalnya
di sebuah rumah sewa yg share dengan 3 org temannya yang bernama Jess, Lola dan Susi.

Cerita Sex Kejutan Ultah Menggairahkan

Cerita Sex

Pagi-pagi benar, hape blackberry Alex sdh berbunyi yang ngucapin
“Happy Birthday honey. Ditunggu kedatangannya di sini karena hadiahnya
harus diambil disendiri nanti malam” Pesan sms itu datang dari Nicky.
Alex balas,”Thnks. Jam berapa saya hrs datang?” Nggak lama kemudian ”
Jam 7. Sampai nanti.” Alex berpikir aneh sekali. Biasanya tiap ultah, semenjak Alex jadian sama Nicky, dia selalu datang ke tempatnya memberikan hadiah.” Kuliah saya hari ini benar-benar membosankan. Hati saya bertanya-tanya ada apa gerangan. Waktu berjalan lama sekali.

“Ting tong ting tong,” bunyi bel terdengar nyaring sekali.
Tidak lama kemudian saya mendengar suara kaki berjalan menuju
pintu depan. “Hello Alex. Selamat ulangtahun yah.” Jess memberikan kecupan di pipi sebelah kirinya. Tampak bekas kecupan lipstik di pipinya.
“TEMAN-TEMAN ALEX DATANG NIH” teriak Jess. “ALEX, Happy Birthday
nih.” tampak dia dikerubuti Lola dan Susi sambil memberi
kecupan di pipinya.
“Ayo duduk, Lex…” kata Lola sambil menuntut Alex ke ruang
tengah. Perlu diketahui rumah sewaan ini ada 4 kamar. Masing-masing
kamar ada kamar mandinya. Jadi lumayan besar. “Eh, mana Nicky?”
tanya Alex sambil celingak-celinguk. “Ehmmm…anu…Nicky di…”
Lola coba menjawab kemudian secara tiba-tiba Jess memotong,
“Ayo sini…” sambil menarik tangan Alex yang berdiri
kebingungan. Jess menuntut Alex ke salah satu kamar yg ada
di situ. Kamar yang tentunya milik salah seorang cewe yg
tinggal di rumah tersebut. Ditengah-tengahnya tampak sebuah
kursi.

“Coba kamu duduk di kursi itu. Nanti saya kasih tahu di mana
Nicky.”Susi menjelaskan sambil membuat Alex tambah penasaran.
“Bener nih…” Alex sambil berjalan ragu menuju kursi itu.
Ketika dia duduk, tiba-tiba Susi yang berdiri di dekatnya,
mengenggam tangan Alex dan mengeluarkan borgol dari kantong
celananya. Cewe-cewe itu tampak bersorak-sorai kesenangan.
Alex yang tampak kebingungan tidak tahu harus berbuat apa.
Kedua tangannya diborgol ke kursi.
“Kalian ini mau apa sih? Katanya mau kasih tahu di mana
Nicky berada.” tanya Alex tampak pura-pura marah. “Tenang,
‘Lex, Nicky ada di kamar Lola kok, dia seperti kamu kok,
tangannya diborgol di kursi. Kita mau surprise ke
kamu soalnya khan kamu ulang tahun hari ini. Kita sudah minta
ijin ke Nicky kok, jadi kita bisa ‘apa-apain’ kamu hari ini.
Tenang saja, nikmati ultah kamu hari ini. Kamu pasti suka kok.”
kata Jess sambil menjelaskan. Sementara itu Jess dan Lola
nampak tersenyum-senyum. Maklum sejak ikut fitness, Alex
memiliki tubuh yang sedikit berotot. Alex juga ikut club
basketball di universitasnya. Karena tubuhnya yang lumayan
tinggi dan ditambah skillnya yang lumayan sehingga dia
menjadi andalan club.

“Kita sudah siapkan permainan buat kamu. Permainannya berupa kuis. Kalau kamu menjawabnya salah atau tidak bisa menjawab, kamu harus mencopot sesuatu yang dipakai dari tubuh kamu. Sesuatu itu
artinya bisa sepatu, celana, ban pinggang dsb. Tapi kalau kamu benar menjawabnya, maka kita yang mencopot sesuatu yang dipakai dari tubuh kita. Kamu siap?” Lola menjelaskan permainannya sambil tersenyum nakal ke arah Alex.

“Ok, pertanyaan pertama. “Siapakah yang menciptakan situs social network yang paling terkenal, facebook?” tanya Jess. Alex tampak berpikir keras, “Aduh pertanyaannya susah banget.”
Alex tampak mengeleng-gelengkan kepalanya. Boleh dibilang Alex setiap lima menit dia harus cek blackberry untuk melihat status facebooknya.
“Ok, apa yang kamu ingin copot dari tubuh kamu?” tanya Jess tersenyum. “Sepatu.” jawab Alex tampak gelisah. “Kalau 3 orang cewe ini, kasih pertanyaan yang susah-susah bisa-bisa saya bugil nih.” kata Alex dalam hati. “Pertanyaan kedua. Seputar celebrity. Siapakah nama
anak-anak dari David dan Victoria Beckham?” tanya Susi
sambil melirik ke arah Jess dan Lola. “Wah, kalian curang nih, kasih pertanyaan yang susah-susah.” protes Alex. Alex geleng-geleng kepala. “Ok, apa berikutnya ‘Lex?” Alex menyesal hari ini dia tidak memakai ikat
pinggang. “Kaos.” jawab Alex. Karena tangannya diborgol, Susi harus membuka borgol, sambil Alex membuka kaosnya. Kemudian tangannya diborgol kembali. Cewe-cewe itu nampak terperangah melihat tubuh Alex
yang cukup berotot dan nampak macho. “Tenang semuanya.” kata Jess sambil menyentuh dadanya Alex. “Pertanyaan ketiga. Olahraga. Kamu khan suka basketball. Jadi saya kasih pertanyaannya soal basketball. Ok.
Tahun berapa Michael Jordan masuk NBA?” Lola bertanya. “Gila, saya mana tahu. Wah kalian curang. Kasih pertanyaannya susah-susah.” protes Alex yang mukanya nampak merah. Dia tahu karena kalau ini dia tidak bisa
menjawab berarti dia hanya tinggal celana dalam saja.
Alex mencoba sekenanya. “Maaf, Lex. Jawaban kamu salah.
Ini berarti kita harus mencopot celana jins kamu.” Alex nampak lunglai lemas. Satu pertanyaan yang lagi, kalau tidak bisa menjawab, berarti dia harus bugil dihadapan cewe-cewe ini. “Tenang ‘Lex, kita tahu kamu pintar. Jadi masih ada beberapa pertanyaan lagi yang kita pikir, kamu pasti
bisa menjawabnya.” kata Jess. Setelah itu Jess, melontarkan pertanyaan yang gampang sekali. Kalau dipikir anak SD-pun bisa menjawabnya. Alex sampai kebingungan. Tapi dia tidak mempersoalkan. Tanpa
kesulitan Alex menjawab. Jess tanpa ragu kemudian membuka kaosnya. Dia memakai bh warna cokelat. Ukurannya mungkin 34C. Alex merasa senang. Berikutnya berturut-turut Susi dan Lola. Mereka memberikan pertanyaan gampang sekali. Susi membuka kaosnya sedangkan Lola membuka celana pendeknya. G-string warna hijau terpampang jelas di hadapan Alex. Alex
masih tetap tenang. “Bagaimana ‘Lex? Khan seperti saya sudah bilang
kamu pintar sekali?” pancing Susi yang melirik ke arah celana dalamnya Alex. Sepertinya belum ada reaksi apa-apa dari dalam. “Ok, ini adalah ronde terakhir. Kalau kamu bisa menjawab dengan benar
berarti kita-kita cewe harus bugil di hadapan kamu. Setuju?” kata Jess bersemangat sambil melirik ke arah Lola dan Susi. “Setuju banget, Jess. Kita sih sudah nggak sabar hahaha…” kata Susi. Pertanyaan matematika yang dilontarkan cewe-cewe tersebut seperti sudah bisa diduga dijawab benar dengan Alex. Jess dengan tinggi 175 cm, benar-benar
seperti seorang model. Buah dadanya bulat padat berisi berukuran 34C. Putingnya yang berwarna kecoklat-coklatan tidak terlalu besar membuat setiap laki-laki ingin sekali menhisapnya. Vaginanya cukup
berbulu tapi tidak terlalu lebat. Tiba-tiba Jess maju ke depan, dengan buah dadanya yang padat berisi tereksos dengan bebasnya di hadapan muka
Alex sambil berbisik,”Gimana ‘lex, kamu mau khan meremas dan menghisapnya.”pancing Jess sambil meremas-remas payudaranya. Berikutnya Lola. Dia memiliki buah dadanya yang tidak terlalu besar.
Sudah sedikit turun, tapi masih tetap sensual. Karena menurut Nicky, Lola waktu masih remaja, gemuk sekali.Kemudian setelah dia mengikuti special diet, berat badannya langsung turun drastis. Ukurannya ditaksir 36B. Bulu vaginanya dicukur habis. Benar-benar bersih dan polos. Lola mendekat ke Alex sambil mendekatkan vaginanya dekat sekali ke muka Alex.
Dia tersenyum sambil berkata”Sorry yah, Lex, penis kamu belum saatnya dikeluarkan.” Dibandingkan Jess dan Lola, Susi memiliki buah dada yang besar dengan ukuran 36DD. Proporsi putingnya sesuai dengan ukuran buah dadanya yang tidak terlalu kecil. Tapi enak dipandang. Ketika dia
berjalan buah dadanyapun ikut bergoyang. Sedangkan vaginanya ditumbuhi bulu-bulu halus. Kemudian Susi maju ke arah Alex dan duduk di pangkuan Alex. Buah dadanya didekatkan ke arah Alex. Alex tampak grogi.
Penisnya mulai nampak tegang. Tapi sepertinya dia masih bisa kontrol diri. “Permainan berikutnya adalah sebagai berikut: tebak dengan benar buah dada siapa yang kamu pegang dengan mata tertutup.” kata Jess. Lola kemudian membuka borgol yang mengikat pergelangan tangan Alex. Kalau salah, kamu harus coba celana dalam kamu. Susi kemudian
memberikan sebuah kain untuk menutup mata Alex. “Kamu boleh pegang atau meremas buah dada kita terus kamu tebak punya siapa. Ok?” kata Lola. Setelah hening sejenak, satu persatu cewe tersebut
berbaris rapi. Tangan Alex mulai meraba-raba. Diremas-remasnya buah dada tersebut dan dimainkan putingnya. Alex berpikir,”Nggak mungkin punya Susi, soalnya punya Susi besar. Sepertinya Lola. Cewe didepannya mulai merasa horni tapi apa boleh buat dia harus tetap diam.
Alex cuma mendengar suara desahan lembut. Berikutnya Alex dengan mudah menebak buah dada siapa di depannya. Karena besar dan putingnya yang sedikit besar pula, Alex tahu ini pasti punyanya
Susi. Walaupun demikian, Alex tetap meraba, meremas dan memainkan putingnya. Kembali ada desahan nafas yang tertahan. Berikutnya Alex mulai menyentuh secara perlahan, padat berisi dan bulatnya buah dada. Kemudian diremasnya dengan kedua tangannya dan dimainkan putingnya secara bersamaan. Alex merasakan puting cewe tsb mulai agak
menegang. Desahan kenikmatan yang tertahan kembali didengar Alex.
“Ok, skrg coba tebak buah dada siapa dari urutan pertama?” tanya Jess. Diantara ketiganya Jess yang boleh dibilang paling seksi, montok dan seperti model. Maklumlah teman-temannya Nicky dan Nicky
sendiri masih berumur 23 tahun. Alex pikir kalau tebakannya benar maka dia tidak bisa bugil. “Cewe pertama yang gue raba buah dadanya adalah
Jess, berikutnya Susi dan terakhir Lola. Terus juga dengan mata tertutup sukar membedakannya.”kata Alex dengan jawaban sengaja disalahkan.
“Jawaban yang benar adalah yang pertama Lola, kedua Susi dan terakhir saya. Sayang sekali, kamu harus bugil.” kata Jess dengan centilnya.
Lola dengan berjongkok, menaruh tangannya dipenisnya Alex. “Eh, teman-teman siapa yang mau lihat penisnya?” tanya Lola sambil senyum-senyum.
Sementara itu tangannya yang mungil digesek-gesekan dicelana dalamnya Alex. Alex mengeliat. “Ayo cepetan dibuka!!!” kata Susi dengan tidak sabarnya. Susi langsung melorotkan celana dalamnya Alex. Penisnya Alex langsung tampang setengah ‘berdiri’.
“WOW, penis kamu gede juga yah ‘lex.” kata Jess kagum. “Iya ini masih belum full tegang. “Kalo dibikin tegang, bisa lebih gede lagi.” kata Alex. “Coba sini saya bikin tegang.”Susi langsung berjongkok dan mengenggam penisnya Alex. Perlahan-lahan tangannya mengocok penisnya
Alex naik turun. Alex tampak gelegapan. Sekarang penisnya tampak benar-benar tegang dan tampak ‘lebih panjang dan lebih keras’
dari sebelumnya. “Eh, kalian ingatlah pesan Nicky, kita cuma boleh sebatas petting saja, nggak lebih dari itu.” kata Lola mengingatkan. Tapi
sepertinya mereka agak cuek mendengar hal tersebut.
Masih sambil duduk, Jess nampak maju ke arah Alex dan duduk di pangkuan Alex. Penisnya nampak menggesek vaginanya Jess yang
berbulu. Tubuhnya Jess nampak naik turun. Sementara itu Alex terlihat sedang mencium Jess dengan mesranya seperti sepasang kekasih. Buah dadanya nampak menempel di dadanya Alex. Jess nampak mendesah. Tangannya Alex nampak meremas-remas buah dadanya sambil memainkan putingnya yang coklat nampak keras. Sekali-kali dia balik mencium
Jess. Kemudian nampak tangannya yang satu lagi mulai turun ke arah vaginanya Jess. Jari telunjuknya dimasukkan ke lubang vaginanya Jess yang sudah basah dengan cairan vaginanya yang seperti cairan pelumas.
Artinya vaginanya sdh siap dipenetrasi.

Sementara itu ketika Jess dan Alex sedang bercumbu, Lola dan Susi nampak sedang bermasturbasi. Mereka tampak mendesah
dengan nafas berat. “Fuck me, Lex. Ayo masukkin penis kamu
ke lubang vagina saya. Aaah..aah…aah…Come on ‘Lex…”bisik Jess. Jess nampaknya tidak puas, kalau penisnya Alex cuma menggesek klitorisnya saja. Sambil dengan nafas yang memburu, “Saya tidak bisa mengkhianati Nicky. Maafkan.” Jess nampak kecewa. Kemudian dia bangun.

Tampak Lola maju ke arah Alex. Sambil berjongkok, dia menjilat ujungnya penis Alex, yang sudah ada sedikit cairan. Alex menggeliat. Penisnya Alex langsung dikulumnya dan dimainkan dengan lidahnya.
“Slurp…slurp…slurp…”suara mulut keluar masuk membuat Alex tidak tahan. Penisnya Alex nampak mengkilap basah
karena ludahnya Lola. Alex benar-benar bertahan ‘mati-matian’ agar cairan spermanya jangan sampai muncrat walaupun dia
sebenarnya menikmati permainan blow job dari Lola.

Tiba – tiba “EH, KALIAN SUDAH SELESAI BELUM SIH, KOK LAMA SEKALI.” teriak Nicky dari dalam kamar. “TENANG NICK, SEBENTAR LAGI KITA JUGA SELESAI.” Lola berteriak ke arah Nicky. “CEPETAN NIH, SAYA SUDAH NGANTUK. NTAR KEBURU TIDUR. HABIS BOSAN DI SINI.” Nicky kembali berteriak. Nggak lama kemudian, Susi ‘mengambil alih’ pekerjaan Lola dengan cara mengocok penisnya Alex melalui buah dadanya yang besar.
Sambil berjongkok, didekatkan buah dadanya ke arah penis Alex kemudian dijepit pakai buah dadanya. Setelah itu dikocoknya naik turun.
Alex mengeliat.

“KEDUBRAK KEDUBRAK Brukk…Bruk…
Tiba-tiba tanpa disangka-sangka, belasan orang masuk ke rumah tersebut. Mereka semua kaget. Para cewe tampak menjerit-jerit. Alex lebih kaget lagi. “TOLONG-TOLONG” teriak Jess panik sambil mengambil bajunya sementara yang lainnya melakukan hayang sama. “*******, KALIAN MAU APA?” tanya Alex dengan muka marah. Belasan laki-laki itu nampak mengelilingi mereka. Wajah mereka berewok, sangar dan bengis.
Tanpa ekspresi di wajah mereka. Tak ada ruang bagi mereka untuk melarikan diri.

Cewe-cewe itu nampak benar-benar ketakutan. Jerit tangis menjadi satu. Tak ada belas kasihan di wajah mereka. Tiba-tiba di halaman depan, muncul seorang laki-laki dengan memakai topeng yang terbuat
dari kulit. Sepertinya dia adalah seorang pemimpin dari grup laki-laki tersebut. Semuanya nampak memberi hormat.
“Kalian semuanya ikut kami.” Laki-laki bertopeng itu nampak memberi perintah. Suaranya kalem, penuh wibawa dan yang lebih mengejutkan mereka adalah laki-laki tersebut nampak masih muda kalau diperhatikan dari suaranya.
Semuanya nampak meronta-ronta termasuk Alex. Sepintas lalu, Alex sempat melihat Nicky dipanggul oleh seorang laki-laki dari kamarnya. Percuma saja mereka meronta karena semua laki-laki bertubuh kekar. Sang laki-laki bertopeng kulit tersebut menutup mata mereka dan mengikat mulut mereka dengan kain berwarna hitam. Tiga buah mobil menunggu merekadi luar. Mereka nampak pasrah dan tidak tahu apa mau mereka.
Perjalanan itu nampak tidak memakan waktu lama. Kira-kira cuma 5 menit. Mereka dipaksa turun. Sang pemimpin kemudian membuka kain hitam yang
mengikat mereka. Mereka terkejut. Ternyata mereka berada di sebuah lapangan. Di sekeliling mereka nampak obor sebagai penerangan dan yang lebih mengejutkan mereka lagi adalah nampak 5 tiang
kayu di tengah-tengah lapangan tersebut. Mereka digiring ke tengah lapangan. Para cewe nampak
menangis sesengukkan. Alex nampak kasihan sekali kepada mereka. Tangan mereka diikat ke tiang kayu.Laki-laki bertopeng kulit itu maju ke depan mereka dan berkata dengan suaranya yang penuh wibawa,
“Kalian telah mengotori kesucian tanah leluhur kami di rumah tempat kalian berada sebelumnya dengan cara memuaskan hawa nafsu diantara kalian semua. Kalau kalian ingin bebas, satu-satunya jalan adalah salah seorang dari kalian harus mengalahkan beberapa orang dari antara kita. Jika kalah, hukumannya adalah darah.” Mereka bergidik mendengarnya. Tiba-tiba
Lola meludah ke arah laki-laki bertopeng tersebut sambil
berteriak,”KAMU SEORANG PENGECUT. BERANINYA MAIN KEROYOK
DAN MENGIKAT KAMI DI TIANG KAYU INI.

Laki-laki itu tidak menghiraukan teriak makian Lola. Entah dari mana, laki-laki bertopeng kulit itu melemparkan sebuah pedang ketengah-tengah lapangan sambil berkata,”Salah seorang dari kalian harus maju
dan bertarung.” Semua mata cewe nampak tertuju ke Alex. Alex nampak kebingungan dan ketakutan. Tapi apa boleh buat. “‘Lex, tolong Lex, kamu adalah satu-satunya harapan buat kita. Please ‘lex…” Nicky memelas.
Sebenarnya Alex ketakutan sekali. Dia sama sekali tidak pernah mengikuti ilmu bela diri. Dia paling benci yang namanya berkelahi. Sekarang dia dihadapkan situasi antara hidup dan mati.

“OK, saya yang maju. Biar kalian mampus semua.” Alex mencoba menguatkan dirinya. Seorang laki-laki membuka ikatan tali yang mengikat tangannya. Alex berjalan menuju ke tengah lapangan dimana pedang
itu berada. Tak disangka pedang itu nampak agak berat.Untung saja Alex berotot, bisa dibayangkan betapa beratnya kalau diangkat oleh para cewe tersebut.

Tiba-tiba dari arah depan Alex muncul 2 orang laki-laki. Wajah mereka tidak ada ekspresi. Mereka bersenjata kampak. Alex bergidik melihat kampak tersebut. Alex kemudian menyerang mereka secara membabi buta. Tapi malangnya setiap serangan berhasil dielakkan oleh 2 orang
laki-laki tersebut. Terkadang mereka berhasil menahan ayunan pedang Alex dengan cara diadu dengan kampak mereka. Setiap kali pedang Alex beradu dengan kampaktersebut, tangan Alex bergetar dan dia nampak terdorong
ke belakang. Alex cuma bisa pasrah. Lama-lama gerakannya mulai lemah karena kecapaian. Tiba-tiba 2 orang laki-laki itu berpencar. Alex nampak kebingungan. Rupanya laki-laki tersebut menunggu kalau Alex mulai kecapaian.Salah seorang dari mereka mengayunkan kampaknya ke
Alex. Secara refleks Alex menahan kampak tsb dengan pedangnya dengan sekuat tenaga. Tapi terlambat, laki-laki yang satunya lagi berhasil mengayunkan kampaknya ke lengannya Alex. “Cres…AAAHHH…AAAHHH… Alex menjerit.Tangannya putus akibat sabetan kampak dari laki-laki
tersebut. Darah muncrat dan mengalir dengan derasnya. Alex berguling-guling memegang tangannya yang putus akibat sabetan kampak tersebut. Para cewe tampak menjerit-jerit ketakutan. Mereka terus meronta-ronta.
Mereka ingin membantu Alex. Tapi apa daya tangan mereka terikat kencang di tiang kayu. Alex tampak mengelepar-ngelepar. Darah mengalir dengan derasnya. Kemudian salah seorang dari laki-laki tersebut
kembali mengayunkan kampaknya ke tangannya yang satunya lagi. “Cres…AAAAH…AAAHHH…kali ini tangan yang satunya lagi putus. Darah kembali muncrat kemana-mana. Alex terus mengelepar-ngelepar kesakitan.
Tiba-tiba, kepala Alex terpisah dari badannya akibat tebasan kampak dari salah seorang laki-laki tersebut. Darah muncrat dari leher dan kepalanya yang terpisahtersebut kemudian diangkat kepalanya dan diberikan
kepada laki-laki bertopeng kulit tersebut. Kejadian itu benar-benar sadis dan biadab untuk dilihat oleh manusia. Laki-laki bertopeng tersebut kemudian mengambil tombak dan menembus kepala Alex dengan
ujung tombak yang dipegangnya. Setelah itu tombak tersebut ditancapkan ke tanah. Nicky menjerit histeris.
“ALEXXX…ALEXXX. KALIAN SUNGGUH BIADAB.”

“Nicky, Nicky, Nicky…ayo bangun.” kata Alex sambil menguncangkan tubuh Nicky. Nicky membuka matanya. Mukanya pucat sekali.
“Ini saya Alex, Nicky. Saya langsung kemari karena kamu berteriak memanggil saya.” kata Alex sambil memeluk tubuh Nicky. “Alex, saya mimpi tentang kamu mengerikan sekali.” kata Nicky dengan muka
yang ketakutan. “Mimpi tentang apa?” tanya Lola. “Saya takut sekali kehilangan kamu, Lex…”kata Nicky sambil memeluk erat Alex. “Tenang kok, saya masih di sini.” kata Alex sambil memenangkan Nicky.
Mereka semua penasaran ingin tahu mengenai mimpinya Nicky. Nicky sebenarnya agak takut tapi akhirnya diceritakan mimpinya itu kepada mereka. Malam semakin larut. Entahlah apa yang dilakukan selanjutnya
kelima orang di rumah sewa itu. Di luar hujan mulai turun dengan derasnya. Sekali-kali diselingi dengan petir dan geledek. Tapi itu tidak membuat
belasan pasang mata yang mengintai rumah sewa itumenjadi mundur karena hujan. Mereka terus mengintai sambil mereka menunggu aba-aba dari pemimpin mereka yang ternyata seorang laki-laki DENGAN
MEMAKAI TOPENG KULIT.

Siapakah mereka? Apakah mimpi Nicky menjadi kenyataan???

Cerita Sex Janda,Cerita Seks,Cerita Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Tante,Cerita Sedarah,Cerita Sex Perawan,Cerita Sex Selingkuh,Cerita Sex Pasutri,Cerita Sex STW,Kisah Seks,Kisah Panas,Gelora Sex,Gelora Birahi,Cerita Sex Tetangga,Cerita Sex Dosen.

Baca Juga cerita sex lainya di www.cersex.win hot-hot bikin sange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *